25 Nov 2008

dongeng

Kisah dimulai bulan oktober yang panas
Bambu meranggas
Menyisakan ranting-ranting kurus menguning

Ah… aku tak peduli itu!
Ku tabahkan tetap mendusta,
Sial…! Ternyata menyiksa

Perih!
Ironis, katanya zamrud katulistiwa dunia ketiga
Nyatanya… haji kelebihan kuota
BLT tetap diperebutkan janda tua

Ah, itu baru sepenggal kisah dari negeri antah berantah,
Karena gambaran imajiner otak udangku tak mampu menjangkaunya
Kau tahu!
Itu terjadai pada negeri yang berada Pada langit lapis tujuh,

tempat segala kebodohan bersemayam

Apakah di negerimu sama?
Ah… rasanya tidak!
Aku yakin lebih beradab.


okt' 08

21 Nov 2008

faksi

adalah harta yang begitu dekat denganku
melekat erat,
seperti tulang berlapis daging yang terlindung kulit
sukar dilepas,
bersatu padu, saling membutuhkan

adalah suatu persekutuan yang kuat mengikat,
teriak dalam lubang dalam!
dengan mengusung kepentingan,
fanatik dan antipati

tidak!... semuanya lawan!
mereka berseberangan jalan,
tidak!... mereka tidak sepaham, kawan!
bukan satu perjuangan!

adalah derajat mereka lebih rendah, kawan!
status mereka murahan, anti kemanusiaan.
mereka etnosentris kawan dan itu tidak baik,
urusan mereka murahan!

ayolah kawan!
jangan buang tenagamu untuk urusan rendahan,
mari kita bersatu dalam satu issue!


"aah mereka berkata lantang
karena berkepentingan"

shelter-halte

kali pertama aku tersenyum tanpa terpaksa,
saat kulihat pemilik wajah panik di seberang halte
kedua kalinya aku tersenyum, juga tanpa terpaksa
ketika mata tak pandai berdusta

berapa waktu kau butuhkan untuk menjangkau asa?
yang aku tahu,
kau berusaha sewajarnya
kau berusaha 'sederhana'...
aku tetap berpura tak tahu apa?

sayang!
perjalanan begitu singkat,
terlalu sesak kerongkongan untuk berucap
aku benci waktu berlalu cepat.

sept, 08

5 Nov 2008

uyut tersayang




telah berpulang uyut tersayang
Rabu, 13 agustus 2008 - pukul 23.30 wib

arca



: mimi tersayang


adalah seorang perempuan kaku beku
yang terus melelehkan air mata hangat,
air muka yang penuh duka cita,
tapi beku tak bersuara...
mata kosong menyalang api

di sudut galeri dingin dan sunyi
pecah oleh gelak sang kurator!
perempuan tetap dingin,
menciut bulan sabit - pucat
indah dan menyakitkan.

air mata terus menetes hangat
melewati lekuk bibir, leher...
putih, pucat, tetap membeku!
kuraba dada itu,
hangat bernyawa
perlahan memanas
layaknya angin yang terenggut dari sahara