26 Jan 2009

mata merah saga

ayah...
aku takut menatap,
mata itu semerah saga,
berapi dan mencabik nyali...

ayah...
tolong perintahkan patihmu,
musnahkan
mata semerah saga itu.

ayah...
lindungi aku diketiakmu,
tutup dengan jubah kebesaranmu,
tendang mukanya dari hadapanku.

ibu...
peluk aku didadamu,
tenangkan aku dengan belaianmu
bisikkan mimpi itu telah berlalu,
katakan ayah selalu melindungiku,

ibu...
beri kabar baik esok hari,
ayah menghukum mata merah saga,
pastikan dia tidak akan datang dengan segunung kilatan api.

14 Jan 2009

kiri

ibu, engkau ajarkan padakau kanan,
engkau ajarkan padaku moral,
engkau juga memberiku pengayoman,
tak luput kau ajarkan aku kebenaran.

aku bertumbuh,
kau makin matang...
tembokmu tak mampu menghalang,
aku bukan engkau, dan engkau bukan aku, ibu.

aku tertarik pada kiri,
aku terus mencumbuinya,
aku makin tergila.

dari kiri aku belajar sesama,
dari kiri pula ku menghormati manusia,
kini aku belajar berkata,
tidak!

ibu, maafkan aku...
aku tidakmencintai kananmu lagi,
namun dari kiriku aku tetap menyayangimu
dengan kiriku,
aku berterimakasih padamu
ibu,
terimaksih...

13 Jan 2009

PERANG ...

perang, perang lagi
mungkinkah berhenti
bila setiap negara
berlomba kekang senjata,

dengan nafsu yang semakin menggila,
nuklir bagai Dewa,
tampaknya sang Jedral bangga,
di mimbar dia berkata,

demi perdamaian,
guna perdamaian,
dalih perdamaian,

mana mungkin,
semua hanya alasan,
semua hanya bohong besar....

(dikutip dari lagu Bang Iwan Fals)