Waktu menunjukan pukul tiga,
delapan belas batang rokok menemani,
nikotin sialan... tidak adiktif!
Ku hirup kalut dalam-dalam,
kamar sumpek dengan asap membumbung...
ku perhatikan sekitar, tak berubah!
ku ambil pena, buntu!
otakku beku.
Kontemplasi,
satu-satu kuhitung mundur,
aku makin terjerembab ke dalam,
tersedot masuk, berpusing.
Bangku-bangku berbicara,
buku-buku berbicara,
tembok-tembok berbicara,
kutang di belakang pintu-pun berbicara,
semua benda disekitar berbicara.
Diam!!!
Shut up!
aku muak.