: rag
kukumpulkan ceceranceceranmu
dari sudutsudut ruang,
kutangkap bayangbayang
untuk sejenak diabadikan,
sesak... menyiksa.
baru aku tahu,
mencintai begitu sakit
sayang....
takkan ku bergeming.
satusatu kususun puzzle ragamu,
kubaringkan,
kupeluk dalam kelam....
malam ini kau mendengkur dalam dekapku,
kuperhatikan wajahmu melebur
dalam tangisku
sayang....
aku menginginkanmu.
14 Okt 2009
13 Okt 2009
bingkisan edylaw

akhirnya dikasih kesempatan juga untuk nempel ni bingkisan, makasih dan maaf banget baru ditempel... PR-PRnya aja belum dikerjain sampe sekarang - maklum teralienasi dari peradaban -
sekali lagi makasih banyak edylaw.....
garamgaram hidup
aku tersesat pada suatu peradaban
sopan, malas dan tanpa irama dengan moral kental
mati-matian coba selami,
lupa hiraukan pedih kaki,
berkali-kali terkoyak hati.
mampukah pijakan kaki?
sementara aku tak mampu beradaptasi,
lelah sudah kukenakan dua jatidiri
Tuhan,
apakah aku harus pergi?
ataukah memperdalam luka hati
yang terbui
di shubuh ini,
terpekur mengutuk diri...
buntu membawa hati.
sopan, malas dan tanpa irama dengan moral kental
mati-matian coba selami,
lupa hiraukan pedih kaki,
berkali-kali terkoyak hati.
mampukah pijakan kaki?
sementara aku tak mampu beradaptasi,
lelah sudah kukenakan dua jatidiri
Tuhan,
apakah aku harus pergi?
ataukah memperdalam luka hati
yang terbui
di shubuh ini,
terpekur mengutuk diri...
buntu membawa hati.
Langganan:
Postingan (Atom)