10 Jun 2008

Teki-ku

matahari pagi telah berganti
mengikis debu karang
menggugurkan dedaunan
mengganti bau kenyamanan


dimanakah engkau menyembunyikan daun yang layu?
mematahkan anyelir yang kering
dan apakah takdir sang rumput sebagai alas!
sejauh manakah aku, kamu memahami batas


aku, kamu seharusnya adalah satu
aku, kamu seharusnyalah saling membantu
tapi kamu menggarami lukaku


gusti...
"topeng" apa yang tengah terjadi
menegakkan hukum diatas hukum yang ada
sementara aku, yang berdiri diatas kepalaku
harus rela sebagai pelampias "berahi" mu



*thank, mas guntur romli sebagai inspirasi atas tragedi monas 1 juni 2008.
  1. menggarami luka, meminjam istilah dari novel 'Simfoni Bulan' Feby Indirani.
  2. topeng, asal istilah kata dari persona yang mengacu pada kemampuan seseorang memainkan dua sisi mata uang dalam hidupnya, menutupi jatidiri -- dengan tujuan untuk berlindung atau melindungi diri dengan kata lain mengaburkan identitas diri (Karl Jung)

5 Jun 2008

kosong

aku bangun dengan enggan
terjebak dengan rutinitas hidup yang membingungkan
ku tersenyum pada udara pagi yang panas
berharap bersama asap polusi
engkau membalas senyumku,
ku sapa hujan yang tak jadi datang
sambil terus berharap "dia" menerima
isyarat damaiku


aku bernyanyi dalam sepi
berteriak dalam diam
manghiba dalam ratapan.
ku hitung mundur hari yang telah lalu
tapi, tetap saja sia - sia
tidak mengubah segala yang ada...
remuk redam raga ini,
aku terus menghacurkan kepingan itu...


ku pejamkan mata, menyulut suatu fatamorgana
ku lihat dian-ku tetap menyala
membakar kepingan raga