24 Sep 2008

musnah

aku tak kenal aku lagi
seperti ujung - ujung rambut yang liar
seperti cat yang memudar
aku bertindak bukan kehendak

sungguh aku benci dengan keadaan seperti ini
aku bukan lagi tuhan untuk sekedar tubuh ini
mantra gaib begitu pekat
melambai untuk bergerak

aku makin tandus mengering
setetes saja embun menyentuh
jasadku hancur mengeping

aku menguap bersama debu
terperangkap pada jaring laba - laba
tertiup angin yang berhembus
dan tersapu jejak di jalanan

23 Sep 2008

dan tiba - tiba,

kenapa datang tiba - tiba
menampar begitu saja
aku sendiri tidak tahu arahnya
tapi sungguh rasanya begitu menyulitkan
bagai dua sisi mata uang
bahagia dan bimbang

aku ikuti rasaku
tapi begitu jauh rasanya aku dekap
berkabut dan menghilang

aku tahan rasaku
sungguh muak dan menyakitkan
mencekik sungguh menyesakkan

aku pejamkan mata dalam sadar
hidup dalam khayal
sungguh aku sadar dalam ketidaksadaran
aku tahu persis tak benar
otak reptilku tak mau kehilangan

tuhan...
aku benci dalam ketidakpastian

djakarta, 9 sepr' 08

7 Sep 2008

Kulit Luar

selamat malam oom pram
sisa hidupmu kau gunakan untuk menentang,
lantang kau suarakan agar
tak sekedar terdengar

engkau benci seragam
andrea hirata sepaham
akupun demikian

mengapa 'bunglon'
selalu lebih menarik dari permukaan
dan keringat tetap menjijikan
lantas dimana letak perjuangan

sudahlah...
suaraku telah kering
dan oom pram pun telah telah terbaring
toh air akan tetap mengalir