25 Des 2010

anjingku



aku punya anjing belang dua,
hitam putih hitam putih
anjing hitam menyalak...
anjing putih menyalak...
sssstt!!!
jangan berisik,
tenang tenang tenang
kalian semua kebagian...
anjing hitam mengangguk,
anjing putih menjulurkan lidahnya,
kita bagi rata ya,
untukku 75%, kau putih 15% dan si hitam 15%
adilkan?!

23 Agu 2010

Excited



I feel excited
coz I know you gonna come
coz I know I'm gonna touch you baby,
and I know you gonna come.

I feel excited,
finally you gonna come,
finally you gonna stay with me yeah,
finally you gonna come.

I remember I was with you,
we spend a lot of time,
together having fun,
and when time come you had to go,
and you ask me if I would wait for you,
waiting for you... waiting for you.

I've been waiting for you so long,
to come back to me,
I've

7 Jun 2010

pertarungan




Riuh... gaduh,
Orang-orang dengan intelektual berkelakar,
Menguap...
Membaui ruangan

Suara-suara, tawa-tawa, teriakan-teriakan
Genderang perang ditabuh,
Ludah terlontar tanamkan kekuasaan,
Toleransi alat lupa kesalahan,
Sekutu, lawan
Tumpah jadi satu, saling berjabatangan

13 Mei 2010

aku lelah

Tuhan...
aku lelah
biarkan aku berbaring,
luruskan badan rapuhku,
beri kesempatan isi paru-paru dengan oksigen,

Tuhan...
aku sudah lelah
biarkan sejenak aku terlelap

8 Apr 2010

Aku Pinjam

:rag

Kau menyelusup masuk

bersama oksigen,
tepat mengisi
sebuah blank spot diotakku,
aku sibuk 'berperang'
kau tahu pasti siapa pemenang
sayang...
aku pinjm syurgamu.

14 Okt 2009

inginmu

: rag

kukumpulkan ceceranceceranmu
dari sudutsudut ruang,
kutangkap bayangbayang
untuk sejenak diabadikan,
sesak... menyiksa.

baru aku tahu,
mencintai begitu sakit
sayang....
takkan ku bergeming.

satusatu kususun puzzle ragamu,
kubaringkan,
kupeluk dalam kelam....
malam ini kau mendengkur dalam dekapku,
kuperhatikan wajahmu melebur
dalam tangisku
sayang....
aku menginginkanmu.

13 Okt 2009

bingkisan edylaw



akhirnya dikasih kesempatan juga untuk nempel ni bingkisan, makasih dan maaf banget baru ditempel... PR-PRnya aja belum dikerjain sampe sekarang - maklum teralienasi dari peradaban -
sekali lagi makasih banyak edylaw.....

garamgaram hidup

aku tersesat pada suatu peradaban
sopan, malas dan tanpa irama dengan moral kental

mati-matian coba selami,
lupa hiraukan pedih kaki,
berkali-kali terkoyak hati.
mampukah pijakan kaki?
sementara aku tak mampu beradaptasi,
lelah sudah kukenakan dua jatidiri

Tuhan,
apakah aku harus pergi?
ataukah memperdalam luka hati
yang terbui

di shubuh ini,
terpekur mengutuk diri...
buntu membawa hati.

27 Sep 2009

Damn

12 Jul 2009

cermin dosa

aku jaring ceceran kata...
aku susun puzle-puzle sesuai selera,
ku bumbui dengan imaji-imaji,
tentang keliaran, hasrat dan berahi.

coba pahat, bongkahan ego...
dengan nafsu, kuhias agar menjelma
ku percantik dengan dosa,

sesaat aku tertegun,
berhenti sejenak...
aku tercekat dengan kekejian diri,
yang tertuang dalam bongkahan imaji
haa.... aku sungguh tak tahu diri.

29 Jun 2009

kopi sore buatan setan


: rag

satu gelas kopi pekat,
setan suguhkan padaku,
harum,
sehitam sisiku...
semanis dosa yang terus ku sesap.

setan tawarkan tegukan pertama,
aku sambut tanpa ragu,
kedua setan menikmati kopi,
disela hari yang beranjak,
sepasang setan menutup sore.

setidaknya,
ada satu setan yang membuat
riwayat kopi menjadi abadi.

9 Jun 2009

hitamku




ku petik apel dari taman firdaus,

perlahan mencumbui bibirku,
manisnya kusesap.

mahluk hitam kecil menggeliat
merayap, menjilat leherku dengan berahi,
melepas ujung-ujung tali simpul,
menampar kesadaran.


aku perempuan,
ku dapati aku telanjang...
menggigil,
meringkuk di sudut labirin abu-abu,
kututup aurat dengan tanganku.

tuhan murka dengan kilatan bengisnya,

aku tak peduli!
kupertahankan mati-matian iblis hitam kecil
yang terus mencumbuku,

"tuhan, aku bukan pelacurmu!"

7 Jun 2009

perempuan bertopeng hitam




perempuan-perempuan bertopeng hitam,
sorot-sorot mata tajan,
kaki-kaki dengan tumit tinggi
menyeringai jelita.

jari lentik,
sesekali menjentikkan rokok,

coba hapus ratusan benang laba-laba
yang memasang perangkap tersamar debu,
berkubang dalam jenjang

titisa doa terus mengalir bersama puji-pujian,
terlontar dari mulut pramuria,
berharap terbangun dari hina.

tuhan menghardik, "lacang kau perempuan"
"kau tidak punya hak menentang... jalang!"
perempuan terpekur dalam kulai,
kelam bergumul dengan kenistaan.
satu-persatu hari dihitung mundur,
"Tuhan, sudikah waktu engkau balikan?"

(foto: koleksi pribadi, diambil ketika penelitian skripsi di Lokalisasi Pela-pela Jak-Ut, 2008)

3 Jun 2009

pagi hari di jakarta



laki-laki setengah baya dengan celana lusuh,

matanya nanar,
menatap robot-robot kotak berasap....
dengan suara deru mesin,
leher terjulur memperhatikan angka-angka,
di depan kepala robot-robot kotak beroda.

perempuan setengah baya sibuk memasang wajah sengsara,
busana seadanya sebagai senjata....
lubang disana-sini dengan jahitan sekedarnya,
sesekali tangan menengadah, menunggu uluran
si tuan dan nyonya.

laki-laki kecil dan perempuan-perempuan kecil telanjang kaki,
sekonyong-konyong mereka berlari ketika lampu menyala merah,
berteriak dengan suara sumbang,
mengelap kaca mobil tuan dan nyonya.

aku, perempuan hanya mampu menyaksikan,
tanpa mampu berbuat... tanpa bisa berucap....
hanya merenung sejenak,
lalu ku lanjutkan perjalanan.

(gambar ini aku comot dari http://jonathansofian.wordpress.com)

2 Jun 2009

Award ala Palembang


ehemmm.... ehemmm, wah di awal bulan ini aku dapet award lagi. kali ini dengan label Award Ala Palembang, yah walaupun belum pernah ke palembang tapi dengan award ini aku coba berimajinasi pura-pura ke Palembang, menikmati indahnya jembatan ampera di malam hari...... hmmmm romantis bangettttt, apalagi kalo bareng "deja-vu"..... ah aku mau merem dulu sejenak, berimajinasi ada diatas jembatannya.

makasih banyak Mbak Elly, udah ngasih awardnya ke aku.... kalau dibilang feminis, rasanya belum ampe ke taraf itu mbak, aku masih harus banyak belajar. feminist enggak kayak gini bentuknya mbak, tapi dengan mbak berfikir aku seorang feminis.... mendorong aku untuk lebih banyak lagi belajar. Sekali lagi makasih banget mbak Elly, dalam maya aku genggam tanganmu.

(karena gambarnya gak bisa di upload, nanti aku coba tambahkan lagi gambar jembatan ampera-Palembang)

30 Mei 2009

award ke tiga



wahh... dapet award lagi nih, gak tau karena kebetulan halaman blog aku ijo-ijo atau gimana... jadi di daulat harus ramah lingkungan dan laen-laen, intinya loves ijo-ijo dan sebangsanya. sebenernya buat aku pribadi gak jadi masalah besar... karena ya emang aku cinta lingkungan (hehehe, bener kok gak bo'ong... walau kebiasaan merokok belum ilang yang katanya bikin polusi udara sekitar).

aku udah belajar menerapkan "hidup ramah", salah satunya yang bisa aku lakukan:
1. dengan gak pake tissue,
2. selalu matikan lampu dan air jika keluar ruangan,
3. pake kertas bekas untuk nulis catatan bahkan untuk ngeprint - kalo kertas tersebut sebelahnya masih kosong.

ok, karena ini Pe'eR... ya jadi harus bener-bener konsisten, jangan sampai apa yang ditulis atau yang di elu-elukan gak sesuai dengan realita.... ya karena tadi manusia dilihat dari sikap dan tindakannya. karena gak mau dicap/labeling sebagai manusia tukang bo'ong, maka aku akan mencoba lebih lagi mencintai lingkungan dan sejenisnya. makasih Putra Sigit, yang udah bagi-bagiin Pe'eRnya... selekasnya akan coba diamalkan dalam kehidupan sehari-hari (tapi maaf ya, buat gak meroko agak berat). buat kawan-kawan yang kebetulan baca blog aku, mari kita sama-sama cintai lingkungan dan hemat energi.

25 Mei 2009

asa

: deja-vu


aku makin terperangkap dalam maya,

benci ku akui... platonik ini makin menggerogoti,

daging hidup yang bernama hati.

susah payah ku yakinkan

hentikan imajinasi!

id mengalahkan ego.

rintik yang turun malu-malu,

embun menetes dari dahan menggoda,

bahkan sinar jingga pagi

tak mampu menolong dukaku.

ku racuni paru-paru

dengan kepulan asap rokok,

berharap melayukan hati yang terjangkit platonik,

aah... tetap tak bisa,

Tuhan, tolong beri aku penawarnya.

24 Mei 2009

mawar

setangkai mawar,
dijalin begitu rupa, agar terlihat menggoda
dibungkus dengan plastik,
berhias pita
indah, harum tanpa cela.

manusia, dengan keserakahannya,
begitu rupa memuaskan nafsunya
dengan memangkas duri sang mawar,
mengamputasi dari batangnya...
sebagai pelampias berahinya.

mawar,
kau layu tak lagi elok,
parasmu tak layak sebagai symbol
dan kau, tercampakkan.

masihkah kau berani hidup?
jawabnya, tidak!
karena kau tidak merdeka...
menarik nafaspun dalam kuasanya,
layakkah kau memberi symbol cinta?.

17 Mei 2009

kontemplasi

: hari lahir

seperempat abad hidup masih penuh cela,
belum juga ku temukan matahari
yang mampu menundukkan alter ego,
meluap lahar.

tampar aku dengan kesadaran,
akan aku penjarakan ironi,
mengulang hari yang sama
dua puluh lima tahun lalu,
detik pembalikan dari kematian.

sudah seharusnyalah malam ini aku 'sujud',
mengangkat tangan dengan puji-pujian...
tapi tidak ku lakukan,
karena aku belum matang.

malam tetap bergulir,
akan ku hancurkan bintang,
agar pendar cahaya terangi lobang hati*
ku lihat bintang gentar...
berkelip lirih, lalu ku katakan "sekaranglah masamu padam".
aku terkesiap,
hah... aku belum bisa jadi penerang
sebelum masaku padam.

*meminjam istilah dari 'letto band'

11 Mei 2009

benarkah kau buka?

:deja-vu

pukul tiga pagi ini aku terjaga,

coba terpejam untuk mengulang mimpi yang terbuang.

aah... berangan saja aku tak bisa.

platonik?

entah...

kususun rajutan benang asa

coba tembus tembok keangkuhan

ku hisap rokok batang pertama

hmm tergelitik dunia tertawa

congkak kubusungkan dada

walau ku tahu mengering telaga.

kau bilang pintu selalu terbuka,

entah dengan maksud apa?

ragu ku langkahkan,

haruskah ku turuni samudera?,

sekarang, ku selami kau maya!