: deja-vu
aku makin terperangkap dalam maya,
benci ku akui... platonik ini makin menggerogoti,
daging hidup yang bernama hati.
susah payah ku yakinkan
hentikan imajinasi!
id mengalahkan ego.
rintik yang turun malu-malu,
embun menetes dari dahan menggoda,
bahkan sinar jingga pagi
tak mampu menolong dukaku.
ku racuni paru-paru
dengan kepulan asap rokok,
berharap melayukan hati yang terjangkit platonik,
aah... tetap tak bisa,
Tuhan, tolong beri aku penawarnya.