Tampilkan postingan dengan label renungkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungkan. Tampilkan semua postingan

9 Jun 2009

hitamku




ku petik apel dari taman firdaus,

perlahan mencumbui bibirku,
manisnya kusesap.

mahluk hitam kecil menggeliat
merayap, menjilat leherku dengan berahi,
melepas ujung-ujung tali simpul,
menampar kesadaran.


aku perempuan,
ku dapati aku telanjang...
menggigil,
meringkuk di sudut labirin abu-abu,
kututup aurat dengan tanganku.

tuhan murka dengan kilatan bengisnya,

aku tak peduli!
kupertahankan mati-matian iblis hitam kecil
yang terus mencumbuku,

"tuhan, aku bukan pelacurmu!"

7 Jun 2009

perempuan bertopeng hitam




perempuan-perempuan bertopeng hitam,
sorot-sorot mata tajan,
kaki-kaki dengan tumit tinggi
menyeringai jelita.

jari lentik,
sesekali menjentikkan rokok,

coba hapus ratusan benang laba-laba
yang memasang perangkap tersamar debu,
berkubang dalam jenjang

titisa doa terus mengalir bersama puji-pujian,
terlontar dari mulut pramuria,
berharap terbangun dari hina.

tuhan menghardik, "lacang kau perempuan"
"kau tidak punya hak menentang... jalang!"
perempuan terpekur dalam kulai,
kelam bergumul dengan kenistaan.
satu-persatu hari dihitung mundur,
"Tuhan, sudikah waktu engkau balikan?"

(foto: koleksi pribadi, diambil ketika penelitian skripsi di Lokalisasi Pela-pela Jak-Ut, 2008)

15 Apr 2009

aku dan perempuan tua

kau tuang air dalam cawan kehidupan,
perlahan kau larutkan sperma
dalam buih kehidupan,
aku tunggu tiap detik penuh debaran,
berharap dapat menetaskan anak-anak imaji.

terpekur dalam larut,
matahari tak juga menjemput,
hangat api yang menyambut, perlahan mulai membakar
aku meraung,
menyaksikan anak-anak imajiku menghangus satu-persatu,
meleleh!

perempuan tua dalam kerut wajah
duduk bersimpuh di depan pintu,
kerut wajahmu guratkan perjuangan,
mata cekungmu kilatkan jilatan api.

dalam usia serentamu,
cita enggan bertemu...
tawamu membusai kepahitan,
nistalah yangberani berikrar.

perempuan tua tersungut gundah
siapakah kelak mengiringi penguburanku.

26 Jan 2009

mata merah saga

ayah...
aku takut menatap,
mata itu semerah saga,
berapi dan mencabik nyali...

ayah...
tolong perintahkan patihmu,
musnahkan
mata semerah saga itu.

ayah...
lindungi aku diketiakmu,
tutup dengan jubah kebesaranmu,
tendang mukanya dari hadapanku.

ibu...
peluk aku didadamu,
tenangkan aku dengan belaianmu
bisikkan mimpi itu telah berlalu,
katakan ayah selalu melindungiku,

ibu...
beri kabar baik esok hari,
ayah menghukum mata merah saga,
pastikan dia tidak akan datang dengan segunung kilatan api.

1 Mei 2008

"Aku dan Saya"

Tuhanku, adalah akal yang maha tinggi derajatnya. Eeit... jangan jangan salah menerka ya, yang aku maksud adalah bahwa Tuhan itu merupakan zat atau energi akal maha tinggi - intelegensi tak terbatas-. bagi Tuhan bukanlah hal yang sukar untuk menciptakan dunia atau kehidupan dalam sebuah telur.

kita sebagai mahluk Tuhan terbentuk dari energi. Prinsip energi sendirikan tidak dapat diciptakan (kecuali oleh Tuhan) dan tidak dapat dimusnahkan, hanya dapat bergerak dan berubah wujud. sudah sepantasnyalah kita sebagai mahluk Tuhan yang terbentuk dari energi dan mendapat bonus otak dengan akalnya, seharusnya mampu mengendalikan energi semaksimal ungkin.

Jangan pernah biarkan diri kita merasa rendah dari orang lain, karena pada prinsipnya kita dengan mahluk lain adalah sama tidak ada yang lebih rendah ataupun lebih tinggi.

Kita, manusia mahluk sosial yang mempunyai kesamaan dan terikat satu sama lain karena kita dicipta oleh Tuhan dari "adonan" yang sama. Kita mempunyai benang penghubung nurani yang pastinya semua orang juga telah dilengkapi perangkap tersebut oleh Tuhan.

Jangan sekali - kali kita "mencubit" orang lain, karena pada hakekatnya "cubitan" tersebut akan kembali memantul pada kita, ya karena itu tadi bahwa kita mempunyai benang penghubung nurani. Kita tidak perlu menjadi orang yang baik agar tidak menyakiti sesama, seperti penokohan Jamie dalam a walk to remember, yang kita perlukan hanyalah sikap pengertian dan saling menghormati hak - hak orang lain. itu saja! ya... itu saja sudah lebih dari cukup karena pada dasarnya kita manusia, bukan malaikat yang memang "diprogramkan" demikian oleh Tuhan.

Ingat pesan tulisan pada batu berukir emerald (3000 sm), "seperti diatas, begitu juga dibawah. Seperti didalam, begitu juga diluar" nah... dengan kita mengingat prinsip tersebut bahwa pada hakekatnya kita satu kesatuan, segala sesuatu yang kita perbuat akan berdampak pada kita dan sekitarnya, maka marilah kita menjadi manusia yang menghormati diri sendiri dan menghormati orang lain.