Tampilkan postingan dengan label ironi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ironi. Tampilkan semua postingan

3 Jun 2009

pagi hari di jakarta



laki-laki setengah baya dengan celana lusuh,

matanya nanar,
menatap robot-robot kotak berasap....
dengan suara deru mesin,
leher terjulur memperhatikan angka-angka,
di depan kepala robot-robot kotak beroda.

perempuan setengah baya sibuk memasang wajah sengsara,
busana seadanya sebagai senjata....
lubang disana-sini dengan jahitan sekedarnya,
sesekali tangan menengadah, menunggu uluran
si tuan dan nyonya.

laki-laki kecil dan perempuan-perempuan kecil telanjang kaki,
sekonyong-konyong mereka berlari ketika lampu menyala merah,
berteriak dengan suara sumbang,
mengelap kaca mobil tuan dan nyonya.

aku, perempuan hanya mampu menyaksikan,
tanpa mampu berbuat... tanpa bisa berucap....
hanya merenung sejenak,
lalu ku lanjutkan perjalanan.

(gambar ini aku comot dari http://jonathansofian.wordpress.com)

24 Mei 2009

mawar

setangkai mawar,
dijalin begitu rupa, agar terlihat menggoda
dibungkus dengan plastik,
berhias pita
indah, harum tanpa cela.

manusia, dengan keserakahannya,
begitu rupa memuaskan nafsunya
dengan memangkas duri sang mawar,
mengamputasi dari batangnya...
sebagai pelampias berahinya.

mawar,
kau layu tak lagi elok,
parasmu tak layak sebagai symbol
dan kau, tercampakkan.

masihkah kau berani hidup?
jawabnya, tidak!
karena kau tidak merdeka...
menarik nafaspun dalam kuasanya,
layakkah kau memberi symbol cinta?.

28 Apr 2009

kepalsuan

hidupku bukan pabrikan yang berjalan rutin setiap hari,
kau pikir, hanya kau yang menghirup udara di ruangan ini
aku bermetamorfosis dari robot
program adalah musuh,
musuh adalah siapa saja tapi juga bukan siapa-siapa,

aku menyelusup pada tubuh dewi kali,
dengan kebencian ku hancurkan peradaban,
kutiupkan aroma magis kekuasaan,
ahh...harum dan nikmat.

ku lihat bidadari tersesat,
dengan jalan berjingkat-jingkat
putih, hitam tak berdaya,
sang bidadari menunggu fajar,
sesekali kuraba tanduk yang meruncing,
terpicing-picing menghindari temaram bulan,
sebentar lagi aku akan mengoyaknya
pelan-pelan.

25 Nov 2008

dongeng

Kisah dimulai bulan oktober yang panas
Bambu meranggas
Menyisakan ranting-ranting kurus menguning

Ah… aku tak peduli itu!
Ku tabahkan tetap mendusta,
Sial…! Ternyata menyiksa

Perih!
Ironis, katanya zamrud katulistiwa dunia ketiga
Nyatanya… haji kelebihan kuota
BLT tetap diperebutkan janda tua

Ah, itu baru sepenggal kisah dari negeri antah berantah,
Karena gambaran imajiner otak udangku tak mampu menjangkaunya
Kau tahu!
Itu terjadai pada negeri yang berada Pada langit lapis tujuh,

tempat segala kebodohan bersemayam

Apakah di negerimu sama?
Ah… rasanya tidak!
Aku yakin lebih beradab.


okt' 08

17 Okt 2008

ramadhan

mereka berlomba beribadah
msjid, sanggar tak ketinggalan surau
ramai berdakwah

di sini, beramai - ramai memberikan sedekah!
di sana, bergelimangan mayat mengharap berkah,
di kota, kemaksiatan diberantas,
di 'pinggir' secara masal gelandangan dibersihkan

mall penuh sesak dengan
manusia 'terpilih' merayakan kemenanga,
toserba diskon parcel besar - besaran!

bandar udara 'panen' meruah
terminal penuh sesak penjual asongan,
stasiun berdesakan lautan orang,
di sini aku memikirkan ongkos pulang...