Tampilkan postingan dengan label perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perempuan. Tampilkan semua postingan

14 Mar 2009

Titik Nol II

Waktu menunjukan pukul tiga,

delapan belas batang rokok menemani,

nikotin sialan... tidak adiktif!

Ku hirup kalut dalam-dalam,

kamar sumpek dengan asap membumbung...

ku perhatikan sekitar, tak berubah!

ku ambil pena, buntu!

otakku beku.

Kontemplasi,

satu-satu kuhitung mundur,

aku makin terjerembab ke dalam,

tersedot masuk, berpusing.

Bangku-bangku berbicara,

buku-buku berbicara,

tembok-tembok berbicara,

kutang di belakang pintu-pun berbicara,

semua benda disekitar berbicara.

Diam!!!

Shut up!

aku muak.

9 Mar 2009

titik nol

stress,
terperangkap dalam sekat-sekat labirin,
terus-menerus merangsek ke dalam,
aku tidak dapat bergerak, terpatri oleh lendir busuk memuakkan.

satu sisi begitu simpatik,
tapi pada sisi lain virusnyaterus menggerogoti
daging-daging hidup...
tinggal menungggu hari,
bagaimana aku keluar dari kemelut ini?

tangan, kaki, kepala, mata bahkan otak
tak mampu dikomando,
muak...!
aku muak...

aku menunggu mukzizatmu Tuhan,
andai aku diberi pilihan,
aku memilih untuk tidak dilahirkan!

29 Des 2008

"dewa-tuhan dan cawan"

Ekor-ekor mata menatap dengan siksa,
bergerak dengan ritme tak beraturan,
saling berbenturan,
seperti molekul-molekul dalam satu dimensi,
dengan macam kepentingan,
saling menendang tanpa kepedulian.

Adalah kaum marjinal,
entah apa namanya,...
hazara, paria, amharetz, jelata... afro.
menambah panjang urutan dalam jender baru,
maha karya tangan 'tuhan'

Ahimsa... utopis?
hentikan!
lukaku berkarat-karat,
apakah kau ingin menjadi Dewa,
mahluk tamak yang tidak mau membagi kekutan
dengan manusia.
apakah kau tahu,
mengapa 'dewa' padam?
karena 'dewa' tidak punya 'cawan'!

Rawamangun, 25 Desember 2008

5 Nov 2008

arca



: mimi tersayang


adalah seorang perempuan kaku beku
yang terus melelehkan air mata hangat,
air muka yang penuh duka cita,
tapi beku tak bersuara...
mata kosong menyalang api

di sudut galeri dingin dan sunyi
pecah oleh gelak sang kurator!
perempuan tetap dingin,
menciut bulan sabit - pucat
indah dan menyakitkan.

air mata terus menetes hangat
melewati lekuk bibir, leher...
putih, pucat, tetap membeku!
kuraba dada itu,
hangat bernyawa
perlahan memanas
layaknya angin yang terenggut dari sahara

7 Apr 2008

Aku, Perempuan II

lihat dan cium aku sebagai perempuan
perempuan juga manusia,
pandanglah dengan kemanusiawiannya

hormatilah aku, perempuan sebagai
manusia yang mempunyai liang senggama
dengan punggung rapuh
dan boleh retak

pandang aku perempuan sebagai
manusia biasa
dengan segala kekurangan tanpa kesempurnaannya,
aku perempuan telah merelakan tubuh
untuk manusia baru*,
tapi seumur hidupku, jangan pernah kau mencium kakiku
karena tak akan kau jumpai sepotong syurga disana**

*dikutip dari nongmahmada.blogspot, "Usiaku bertambah"
**dikutip dari novel Feby Indirani, "Simfoni Bulan"


Aku, perempuan



Aku terlahir sebagai perempuan,
aku bingung memposisikan diri
apakah aku harus senang, bahagia atau mengutuk diri

Entah aku bingung apa yang harus dilakukan
aku lebih memilih untuk duduk disudut kamar,
aku menikmati hisap demi hisap
hembusan rokokku,
aku biarkan asap memenuhi paru - paru dan
setiap jengkal kamar

perlahan bau mesum sate menyergap...
aku larut dan menciut dalam asa,
aku bagai dian yang padam,
aku membayangkan menelan air liurmu
dan dadamu menekan punggungku...
aku tak mampu berpikir dengan otak yang minim
moral...! apakah masih berlaku
perlahan nafasmu memburu
panas sekali rasanya dada ini,
pusing dan keinginan membuncah terus menohok-ku
muntah...

bulir peluh menitik perlahan...
kau belum mau melepas pagutan itu,
aku makin jengah dengan keadaanku
dan kau katakan "aku sayang kamu"

Aku bingung dengan posisiku,
apakah seperti ini, cinta?
haruskah aku memungut tiap bulir spermamu
haruskah aku mencium kakimu,
dan berterimakasih 'atas sayang itu'.

Terlalu panas otakku untuk berpikir
lelah rasanya tubuh ini terus menggeser definisi
aku kalah, mundur dan mengalah
terimakasih atas sayang itu
terimakasih atas sperma itu
dan terimakasih atas 'pelajaran moral itu'
aku belajar berpikir menggunakan otakku

*Aku persembahkan dengan cinta untuk sahabatku


24 Mar 2008

Perempuan Bersayap Hitam

Ibu,
Sayapmu indah berkerlip hitam
Hitam - kelam
Aku ingin bersayap hitam, seperti sayap Ibu
Bila sayapmu engkau kepakkan
Jutaan cahaya menghujan benderang


Ibu,
Aku ingin bersayap hitam, seperti sayap Ibu
Aku tidak iri dengan hallo diatas kepala serta sayap putih mereka
Bagiku sayap ibu yang paling mulia


Aku ingin terbang dengan sayapmu
Melepuh, terbakar dan menghitam
mereguk air matamu
memikul jerihmu


Ibu,
Izinkan aku menjilat ludah mereka di wajahmu
berilah aku kepercayaan menelannya
agar aroma busuk "tuhan" menguap dan melebur

15 Mar 2008

" kasta cantik", otak dan penyakit jiwa

Kawan, tahukah apa yang dialami perempuan??? sejak zaman kepercayaan hingga zaman Ketuhanan perempuan dibelenggu dalam sangkar budaya. zaman Dinasty - dinasty di china, perempuan "terbaik" adalah perempuan yang memiliki ukuran sepatu terkecil - perempuan harus rela mematahkan punggung kaki dan tersiksa sepanjang hidup. sekarang eropa memasuki posh - modernisme posisi perempuan tidak jauh berbeda. simbol kecantikan perempuan adalah ketika perempuan luwes menggunakan high hiels (itu baru sebagian kecil), parahnya lagi negara core mempropagandakan sifat "kecantikan global" melalui boneka barbie (bayangkang dari balita perempuan sudah terkena penyakit stress, yang diperkenalkan lewat mainan)

Wah pembunuhan karakter! sangat brutal.

Aku kadang tidak mampu membayangkan, bagaimana perempuan berupaya keras agar masuk dalam jajaran "kasta cantik". budaya pop kejam sekali ya, seperti wabah sampar. jadi merinding, bagaimana dengan nasib cucu - cucu kita, tragis.

"Kasta cantik" yang sangat tragis ketika barometernya dilihat dari ukuran dada dan jenjangnya kaki, yang lebih dahsyat lagi alas kaki yang kita gunakan (sandal, sepatu, high hiels) penentu utama posisi atau derajat perempuan.

Jika aku boleh mengutip kata - kata sindiran pedas Yvonne Ridley, "kasta cantik" yaitu mereka yang berdada besar dengan bentuk kaki jenjang, malang benar nasib perempuan asia. Terubkti sudah ramalan Freud bahwa perempuan rentan dengan penyakit kejiwaan/neurosis (konversi), akibat mati - matian menekan keinginan dini seksualitasnya dengan diet ketat.

Menakutkan! kalau kata Stephen Tong, mari gunakan otak kita semaksimal mungkin karena percuma punya otak hanya untuk berpikir "yang tidak berguna". Stephen Tong muntab, mengapa otak hanya digunakan untuk berpikir hal - hal yang dangkal sedangkan dengan kita berpikir keraspun kapasitas yang digunakan oleh otak kita sama. Marilah kita pergunakan otak kita untuk hal - hal yang lebih bermutu dalam menentukan tindakan -- tunjukan esensi kita sebagai manusia bukan boneka.

"tuhan - tuhan"

Aku berjalan gontai tak berani memandang
Mataku terlalu hina, katanya...
Untuk bercakap pandang.

Duh Gusti,
Mengapa begitu banyak "tuhan"
menghakimi...
di jalan, di rumah, di kampus dan terminal
Bahkan di
mall pun tak luput
"tuhan" menghardik dengan lantang

Duh Gusti,
Mengapa begitu banyak "tuhan - tuhan"
menghakimi Aku,
Terlebih setelah "tuhan - tuhan" itu tahu
Aku hanya perempuan,
ya hanya perempuan.