Tampilkan postingan dengan label protes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label protes. Tampilkan semua postingan

7 Sep 2008

Kulit Luar

selamat malam oom pram
sisa hidupmu kau gunakan untuk menentang,
lantang kau suarakan agar
tak sekedar terdengar

engkau benci seragam
andrea hirata sepaham
akupun demikian

mengapa 'bunglon'
selalu lebih menarik dari permukaan
dan keringat tetap menjijikan
lantas dimana letak perjuangan

sudahlah...
suaraku telah kering
dan oom pram pun telah telah terbaring
toh air akan tetap mengalir

13 Jul 2008

Lihat!!!

'tuhan'...
turunlah dari langit lapis tujuhmu
kau lihat betapa busuk bumimu
lihatlah dari kacamata gelapmu

hah...
busuk bukan

injakkan kakimu tanpa alas
agar engkau merasakan sakit dan melepuh
hangus bau daging terbakar

21 Mei 2008

Mei 10 Tahun Lalu

Gelap dan kelam,
Aku berusaha bangkit mengais - ngais tanah basah
sesaat tercium bau anyir,
terdengar lolongan anjing menyalang berahi...
ku tegakkan punggung rapuh
mengusap darah dikening,
terpicing - picing aku menatap dalam gelap.


Aku raba tubuh ini dengan muak,
jeritan, kesakitan, makian dan ejekan
satu - persatu melintas dalam kepala,
"itulah akibat ketidak becusan menjaga vagina"
kata demi kata bagai hakim berpalu gada
aku terhuyung kebelakang
kupejemkan dan kututup telinga...
terkutuk...!
terkutuk... kalian semua...!


Aku diam dalam gemuruh
"apakah aku pendosa besar, jika demikian adanya
salibkan aku ya Tuhan"
jilat dan lumatkan tubuh ini dalam api neraka-mu
seperti janji - janji yang telah terpeta dalam kitab-mu


sesakan nerakamu dengan jenisku
agar aku 'memenuhi takdirku'

24 Apr 2008

Kisah hidup

Catatan Ranjang Kesepian


tuhan, turunlah!
jangan hanya duduk di kursi mahabesarmu sambil asyik
menyaksikan segala sesuatu!

turun dan rasakan betapa tidak
enak menjadi manusia gagal dan kesepian macam aku

tuhan turunlah. temani aku mabuk sepi sampai pagi.

* puisi ini dikutip dari novel "simfoni bulan" oleh Febi Indirani