aku lihat perempuan-perempuan kecil bersolek,
dengan topeng dewasa,
ketika aku tidak tahu jawabnya,
aku harus bertanya pada siapa?
katika kulihat laki-laki kecil bertopeng pria dewasa,
jadi tulang punggung atau memeras sesama,
aku tak tahu jawabnya,
aku harus bertanya pada siapa?,
ketika satu orang menghabiskan puluhan juta, untuk laundry...
karena otaknya digunakan untuk memikirkan
perut kosong jutaan manusia,
aku sanksi, aku bertanya pada siapa?,
ketika tuan yang terhormat, pembuat 'peraturan'
berteriak minta dilebihkan jajan,
sedangkan jajan tuan cukup untuk menghidupi
sepuluh kepala keluarga,
aku keberatan!,
aku harus bertanya pada siapa?
ketika tuan pembuat 'peraturan' bertanya,
mengapa nasib mereka tidak berubah,
aku harus menjawab apa?.
(aku masih belum tahu judul yang cocok, semoga kawan-kawan sudi memberikan sumbang saran pemikirannya untuk judul puisiku ini, terimakasih)